Apakah Financial Technology (Fintech) Sama dengan Pinjaman Online? Yuk, Cari Tahu di Sini!

  • Whatsapp

Perkembangan financial technology, atau jasa keuangan berbasis teknologi, setiap harinya bertumbuh ke arah yang menggembirakan. Kita semakin familier dengan berbagai pilihan layanan keuangan, dengan berbagai manfaatnya.

Read More

Salah satunya yang sangat akrab dengan kita adalah istilah pinjaman online, atau yang sering disingkat dengan istilah pinjol. Di luar negeri, pinjaman online ini populer dengan istilah payday loan.

Banyak orang rancu memahami antara financial technology dengan pinjaman online. Mereka menganggap kedua jenis produk teknologi ini sama, padahal keduanya memiliki beberapa perbedaan yang cukup mendasar.

Apa Itu Fintech?

Fintech adalah layanan jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi sebagai basis operasionalnya. Bisa dibilang, fintech merupakan salah satu segmen dalam start-up dan aplikasi investasi terbaik saat ini.

National Digital Research Centre (NDRC), sebuah lembaga pendanaan bagi start-ups yang berkedudukan di Dublin, fintech 2021 disebutkan sebagai istilah inovasi yang dikembangkan untuk mendukung layanan jasa keuangan.

Sedangkan Bank Indonesia memberikan definisi, bahwa fintech adalah model bisnis yang memadukan jasa keuangan dan teknologi paling canggih.

Nah, dari pengertian dari dua lembaga di atas, kita sudah dapat menyimpulkan ya, pada prinsipnya, fintech menyangkut dua hal besar yaitu teknologi dan keuangan.

Tujuan dari adanya fintech ini, tentu saja, untuk memaksimalkan layanan jasa keuangan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, demi mempermudah dan memenuhi kebutuhan keuangan kita.

Jasa layanan keuangan yang seperti apa? Ya, mulai dari transaksi-transaksi komersial, transfer dana, pendanaan dan pinjaman, hingga pengelolaan aset. Semua layanan ini jika dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, maka bisa disebut sebagai bagian dari fintech.

Jenis Fintech

Fintech hingga sekarang memiliki beberapa jenis, sesuai dengan pemanfaatannya. Ke depannya, tak menutup kemungkinan akan muncul pula jenis fintech lainnya, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Saat ini beberapa jenis fintech yang ada di Indonesia di antaranya:

  • Payment, clearing, and settlement, yaitu layanan transaksional pembayaran dan tetek bengeknya, dengan memanfaatkan teknologi. Misalnya saja seperti dompet digital.
  • Sekuritas, yang melayani berbagai kebutuhan investasi terbaik untuk pemula dengan menggunakan teknologi
  • Aggregator, yang memberikan layanan berupa data, yang kemudian dimanfaatkan oleh pengguna untuk mengambil keputusan. Misalnya, ketika satu aggregator menyediakan komparasi antara beberapa produk kartu kredit, sehingga seseorang dapat melihat plus minus-nya masing-masing.
  • Crowdfunding, yang biasanya dimanfaatkan untuk menggalang dana dari banyak orang.
  • Peer to peer lending, yaitu platform digital yang mempertemukan pemilik dan peminjam dana dalam satu tempat. Nah, peer to peer lending inilah yang kerap dirancukan dengan pinjaman online. Padahal pinjaman online dan peer to peer lending itu jelas memiliki “aturan main” yang berbeda.

Pinjaman Online dan Peer to Peer Lending

Pinjaman online, atau pinjol, merupakan aplikasi pinjaman dana secara online. Sumber dananya bisa saja dari perseorangan atau suatu perusahaan. Berbeda dengan Peer to Peer Lending, sumber dananya adalah orang-orang yang memang memiliki dana yang ingin dikembangkan untuk mendapatkan keuntungan.

Untuk menjadi peminjam dana dalam pinjol, syaratnya sangat mudah, bahkan tidak perlu melalui berbagai verifikasi. Sedangkan, untuk menjadi lender (orang yang memberi pinjaman dana) dan borrower (orang yang meminjam dana) di fintech lending, butuh beberapa syarat yang harus dipenuhi secara detail. Ada juga proses verifikasi untuk memastikan bahwa yang akan menjadi pendana maupun peminjamm dana memiliki kredibilitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bisa diibaratkan, pinjaman online ini sebagai toko online yang berasal dari satu brand, sedangkan peer to peer lending ini seperti marketplace yang memiliki banyak seller dan buyer, yang berkumpul dalam satu platform untuk bertransaksi.

Dari paparan di atas, seharusnya kita kemudian sudah dapat menyimpulkan, bahwa pinjaman online, atau pinjol, berbeda dengan financial technology, atau fintech.

Keduanya memang sama-sama memberikan layanan peminjaman dana, juga memanfaatkan teknologi. Namun, pinjol sebenarnya merupakan bagian dari fintech, tetapi ini juga rancu dengan peer to peer lending. In fact, pinjol bisa dipastikan ilegal, karena tidak terdaftar dan berizin OJK. Sedangkan, peer to peer lending merupakan bisnis layanan jasa keuangan yang berizin resmi dari OJK, dan operasionalnya pun sudah ada aturannya.

Tidak setiap orang dapat bergabung menjadi pendana dalam aplikasi pinjol, tetapi Anda yang memang berniat untuk mengembangkan dana dapat bergabung dengan platform peer to peer lending, dengan melengkapi persyaratan dan melalui proses verifikasi.

Demikianlah beda antara financial technology dengan pinjaman online, alias pinjol. Jangan rancu lagi ya.

Semoga bermanfaat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *